LABORATORIUM - Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Pedoman KKL

PEDOMAN KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL) PRODI PPKN FAKULTAS IPPS IKIP PGRI PONTIANAK

BAB 1

PENDAHULUAN

Posisi Kuliah Kerja Lapangan (KKL)

  • Program Studi Pendidikan PPKn merupakan salah satu dari 10 program studi yang dimiliki IKIP-PGRI Pontianak. Program Program Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  didirikan berdasarkan Surat Keputusan Kopertis Wilayah 11 Palembang Nomor 16/a tahun 1981 Tanggal 23 Oktober 1981 dan Izin penyelenggaraan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor: 507/DIKTI/KEP/1992 dan SK Izin Operasional No. 8603/D/T-XI/2011. Merupakan salah satu wujud dari kepedulian IKIP-PGRI Pontianak terhadap masalah-masalah yang sering muncul di sekolah maupun luar sekolah seiring dengan laju pembangunan di Indonesia dan perubahan masyarakat. Kepedulian ini mendasari Visi dan Misi Program Studi Pendidikan PPKn untuk pembangunan masyarakat, terutama masyarakat Kalimantan Barat. Dalam perkembangan Program Studi PPKn selama ini, komponen mahasiswa senantiasa menjadi variabel yang banyak menentukan proses pengembangan program studi. Sebagai bidang studi yang relative cukup popular, Program Studi PPKn IKIP-PGRI Pontianak terus berupaya untuk meningkatkan kualitas lulusan. Peningkatan kualitas dilakukan dengan penyempurnaan kurikulum program studi yang berorientasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang menjadi keharusan setiap institusi perguruan tinggi berdasarkan keputusan Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

    • Kurikulum disusun sebagai turunan dari visi, misi, sasaran, dan tujuan baik dari Lembaga IKIP-PGRI Pontianak, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial maupun Program Studi PPKn. Berbagai mata kuliah yang ada dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu melakukan analisa kritis dan memberi solusi yang humanis terhadap masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat transisi ke masyarakat industrial.

    • Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi.

    • Kurikulum seharusnya memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang mendukung  tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi Program Studi. Kurikulum memuat mata kuliah/modul/blok yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah/modul/blok, silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi.

    • Kurikulum harus dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong terbentuknya hard skills dan keterampilan kepribadian dan perilaku (soft skills) yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi.

    • Kurikulum disusun sebagai turunan dari visi, misi, sasaran, dan tujuan baik dari Lembaga IKIP-PGRI Pontianak, fakultas maupun Program Studi. Berbagai mata kuliah yang ada dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu melakukan analisa kritis dan memberi solusi yang humanis terhadap masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat transisi ke masyarakat industrial.

    • Program studi PPKn telah melakukan peninjauan kurikulum beberapa kali dengan memperhatikan kebutuhan stakeholder.    Tinjauan kurikulum yang dilakukan oleh tim penyusun kurikulum diajukan kepada Biro Administrasi Akademik untuk mendapatkan pengesahan dan diajukan kepada Rektor IKIP-PGRI untuk disahkan dalam SK. Tim kurikulum terlebih dahulu melakukan kegiatan evaluasi kurukulum, lalu dilakukan kajian terhadap kurikulum lama dan kurikulum terbaru. Perubahan lebih pada konten mata kuliah yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu, perkembangan mata kuliah yang bersangkutan serta kebutuhan stakeholder. Program studi menetapkan masa transisi tersebut diberlakukan dua kurikulum berbeda secara bersamaan artinya mahasiswa mahasiswi lama tetap mempergunakan kurikulum lama sampai batas waktu tertentu, sedangkan mahasiswa mahasiswi baru langsung mempergunakan kurikulum terbaru.

    • Kurikulum yang dipelajari di Program Studi PPKn IKIP-PGRI Pontianak tidak hanya bersifat umum, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan yang dapat menjawab permasalahan-permasalahan di sekolah maupun diluar sekolah. Oleh karena itu, kurikulum difokuskan pada dua konsentrasi studi, yaitu yang mengacu kepada sekolah dan luar sekolah berdasarkan kebutuhan stakeholder.

    • Kurikulum Program Studi PPKn menerapkan kurikulum perubahan yang telah dilakukan oleh prodi. Pada kurikulum 2010 bermuatan 150 sks terdiri dari mata kuliah wajib dengan jumlah 148 sks dan mata kuliah pilihan sebanyak 2 mata kuliah dengan bermuatan 2 sks. Berikutnya Kurikulum 2012 bermuatan 150 sks terdiri dari mata kuliah wajib dengan jumlah sks 148 dan mata kuliah pilihan dengan jumlah 2 sks. Untuk kurikulum 2013 bermuatan 148 sks terdiri dari mata kuliah wajib dengan jumlah 146 sks dan mata kuliah plihan dengan jumlah 2 sks yang wajib ditempuh oleh mahasiswa. Sedangkan kurikulum 2015 bermutan 145 sks.

    • Berkaitan dengan biografi program studi PPKn IKIP-PGRI Pontianak, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang bernaung di bawah PGRI, maka Program Studi PPKn memasukan mata kuliah ke PGRI an. Selanjutnya dengan perubahan kebijakan IKIP-PGRI Pontianak Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) berkembang menjadi Kuliah Kerja Mahasiswa Terpadu yang pelaksanakannya mahasiswa melaksanakan KKM sekaligus melaksanakan PPL selama satu semester.

    • Kurikulum mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu mengingat kompetensi yang diperlukan untuk mengkaji persoalan-persoalan pembangunan dan masyarakat industrial yang multidimensional. Misalnya pada konsentrasi program studi PPKn diberikan matakuliah: Kurikulum dan Buku Teks PPKn, Dasar-dasar Konsep Pendidikan Moral, Strategi Belajar Mengajar PPKn, Perencanaan Pengajaran PPKn, Media Pendidikan, Evaluasi Pengajaran dan Micro Teaching.

    • Kurikulum yang dipelajari di Program Studi PPKn IKIP-PGRI Pontianak tidak hanya bersifat umum, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan yang dapat menjawab permasalahan-permasalahan di sekolah maupun diluar sekolah. Oleh karena itu, kurikulum difokuskan pada dua konsentrasi studi, yaitu yang mengacu kepada sekolah dan luar sekolah berdasarkan kebutuhan stakeholder.

Kuliah Kerja Lapangan sebagai realitas Tridarma Perguruan Tinggi dan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, yang merupakan kegiatan intra kulikuler yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa yang akan menyelesaikan program studi sarjana (S1). Disamping itu, KKL merupakan pendekatan-pendekatan system dan multi disipliner. Itulah sebabnya KKL untuk mahasiswa program studi PPKn merupakan laboraorium penggemblengan pendidikan multi fungsi kearah pengembangan dan motivasi serta persepsi mahasiswa terhadap masyarakat. Yang paling esensi dari KKL adalah suatu bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pengamalan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, yang didapat dari bangku kuliah dengan bimbingan dari perguruan tinggi dan pemerintah daerah. KKL bagi mahasiswa merupakan sarana belajar secara langsung kepada masyarakat mengenai berbagai hal, terutama bagaimana dan sejauh mana masysrakat mempertahankan kehadirannya dalam arus perkembangan dan perubahan yang terjadi.

Mata kuliah KKL dengan nol sks ini wajib diikuti oleh mahasiswa  di Semester V untuk KKL1 dan Semester VI untuk KKL 2 sebagai program prodi PPkN. Orientasi dari program KKL ini adalah agar mahasiswa kemampuan lebih dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan mampu ketika menjadi guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Hal inilah yang menjadi dasar harus ada program untuk selalu belajar di lapangan. Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan kesempatan yang tepat untuk mengembangkan potensi dalam hall berpikir, keterampilan dan kepribadian serta pandangan masa depan, karena terjadi interaksi antara mahasiswa dengan objek belajar secara langsung.

  • Diharapkan dengan program ini dapat meningkatkan kualitas mahasiswa dalam hal persiapan menjadi seorang pendidik (guru) dalam memanfaatkan sumber belajar yang ada di sekitar sekolah atau tempat tinggal.

    • Tujuan Mata Kuliah KKL

    • Tujuan dari kegiatan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) ini adalah:

    • Mendapatkan ilmu yang tepat dan aplikatif untuk penerapan mahasiswa dalam dunia pendidikan untuk saat ini dan masa yang akan datang

    • Membantu mahasiswa dalam memahami teori dan konsep yang akan dan telah diperoleh di lingkungan akademik sesuai dengan program keahlian.

    • Memberi gambaran tentang aplikasi teori pendidikan mengajar dalam dunia kerja di lingkungan pendidikan

    • Menambah pengetahuan, pengalaman dan wawasan mahasiswa dalam managemen organisasi dalam membangun dunia pendidikan yang professional dan kompetitif.

    • Implikasi Kegiatan Mata Kuliah KKL

Dampak yang diharapkan dari kegiatan mata kuliah KKL adalah agar mahasiswa:

  • Memiliki pemahaman komprensif antara materi-materi perkuliahan bidang moral, politik dan hukum dengan perkembangan nilai moral, politik dan hukum di masyrakat.

    • Mempersiapkan diri pemilihan topik-topik moral, politik dan atau hukum dalam penulisan tugas akhir (Skripsi).

    • Meningkatan kepekaan terhadap persoalan-persoalan publik (kemasyrakatan) yang berkaitan dengan kajian moral, politik dan atau hukum.

    • Memperkaya materi tema-tema dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa (LKTM) berdasarkan topik-topik moral, politik dan hukum.

    • Sistematika Kegiatan Mata Kuliah KKL

    • Kegiatan mata kuliah KKL meliputi tiga tahap, sebagai berikut:

    • Perencanaan. Kegiatan ini berupa idenfikasi masalah, perumusan tujuan dan lokasi KKL, metode KKL, dan jadual KKL dalam sebuah usulan (propsal KKL) yang dibuat mahasiswa (perserta mata kuliah KKL) dengan persetujuan dan pertimbangan tim dosen KKL.

    • Pelaksanaan. Kegiatan ini berupa implementasi proposal KKL sebagaimana diusulkan mahasiswa (perserta mata kuliah KKL)

    • Pelaporan dan Evaluasi. Kegiatan ini berupa laporan KKL oleh mahasiswa (perserta mata kuliah KKL ) dan evaluasi laporan KKL dalam bentuk seminar kelas atau display hasil KKL.

    • BAB 11

    • PERENCANAAN DAN PELAKSANAN KKL

    • Persiapan

Selama ini kegitan KKL banyak ditentukan oleh minat mahasiswa untuk menjadi suatu lembaga/komunitas masyrakat sebagai sasaran krgitan KKL. Peran tim dosen pembimbing, sebagaiman dosen pembimbing tugas akhir skripsi atau laiya, lebih berfungsi sebagai “konsultan,’’ mitra dialog, dan atau supervisor terhadap kegiatan KKL itu sendiri. Di satu sisi, kegiatan KKL ini dimulai menjadi model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untik secara mandiri menentukan permasalahan kajian yang dianggap relevan dengan topik-topik dari tiap-tiap KKL. Di sisi lai, mahasiswa juga dilatih untuk mengorganisir kegiatan kolektif bersekala besar (satu kelas/satu angkatan). Untuk keberhasilan KKL, tradisi yang ialah dengan menyusun sebuah manajemen kegiatan dalam bentuk proposal kegiatan dari tahap persiapan hingga pelaksaan.

Pada tahap persiapan, agar pelaksaan yang dikendaki mahasiswa berhasil maka perlu ‘’framewok’’ (kerangka kerja/kegiatan) yang disusun secara sistematis dalam sebuah proposal rencana kegiatan KKL. Materi proposal ini sedikitnya memuat aspek: (1) Latarbelakang; (2) Tujuan KKL; (3) Wkatu dan Tempat Pelaksaan KKL; (4) Instrumen KKL;(5) Peserta dan Panitia KKL;(6) Budgeting/Pembiayaan.

  • Latar belakang

    • Dalam latar belakang secara singkat dan jelas dipaparkan alasan mengapa bidang/lokasi tetentu itu dijadian kajian tertentu dipilih dalam KKL. Panjang latar belakang tidak lebih dari satu halaman. Sangat baik, jika dalam latar belakang ini meujuk pada fenomena aktual serta sebelumnya telah mendapat kajian oleh pihak lain dalam bentuk karya ilmiah.

    • Tujuan KKL

    • Bagian tujuan mengulas secara singkat tujuan khusus KKL dari bidang kajian yang akan diselanggarakan. Misal, untuk KKL II ( Dimensi Politik dan Hukum) Khusus untuk KKL 1 (Dimensi sosial, budaya, ekonomi, dan IPTEK)

    • Waktu dan Tempat Pelaksanaan KKL

    • Pastikan waktu dan tempat kegiatan KKL. Penting untuk diperhatikan, agar kegiatan KKL tidak berbenturan dalam waktu pelaksanaan mata kuliah lainnya, termaksud kesempatan bagi tim paniti dan dosen pembimbing untuk ikut serta dalam pelaksanaan lapangan. Selain itu perlu dipikirkan kesedian/ijin dari tempat yang dituju sebagai objk kajian KKL.

    • Peserta KKL

    • Deskripsikan jumlah perserta yang pasti mengikuti KKL serta kelas dan semester serta tahun angkatan.

    • Budgeting/Pembiayaan

    • Kegiatan KKL memerlukan biaya dalam pelaksanaannya. Biaya KKL diupayakan agar lebig evisien dengan tujuan yang diharapkan. Sumber pembiayaan selama ini diperoleh dari IKIP PGRI Pontianak, dan iuran sukarela para perserta KKL sendiri.

    • Pelaksanaa

    • Checking Persiapan Teknis (Transportasi; Akomodasi; Perijinan; Cinderamata)

    • Checking Instrumen KKL (Panduan/Wawancara/observasi); dokumentasi kamera manual; video kamera.

    • Di lokasi KKL, para perserta agar menjaga etika sebagai sivitas akademik:

    • Sebagai peneliti, menggali informasi substansial terhadap responden/narasumber, jangan menggurui, jangan membuat responden/narasumber tersinggung karena peryataan/perbuataan perserta KKL, Sehingga menutup kesempatan mendapatkan informasi penting.

    • Sebagai tamu, maka bersikaplag etis, sopan, pamitan secara baik-baik jika KKL sudah selesai. Jika ingin memberikan cinderamata, jangan dalam bentuk uang.

    • BAB III

    • LAPORAN KKL

    • Jenis Laporan KKL

    • Dalam panduan ini laporan KKL terdiri atas dua macam, pertama laporan kelompok yang disusun secara kolektif untuk memaparkan seluruh kegiatan KKL baik teknis maupun substansinya. Laporan kelompok mengacu kepada usulan (proposal) KKL yang telah diajukan kepada tim dosen pembibing. Kedua, laporan individu yang disusun perorangan oleh tiap-tiap mahasiswa peserta KKL. Laporan individu selain memuat gambaran umum hasil KKL yang dibuat kelompok, juga memuat pengamatan secara spesifik dari para individu (mahasiswa) selama KKL berlangsung.

    • Prosedur Penyusun Laporan KKL

Laporan kelompok dan individu disusun dengan prosedur. laporan KKL ( baik kelompok maupun individu) harus memuat seluruh data hasil KKL berserta analisinya sesuai kegiatan yang telah dilaksanaan, serta masukan-masukan baik dari anggota kelompok (sesama perserta KKL) maupun tim dosen pembimbing yang diselenggarakan dalam sebuah seminar kelas. Tujuan seminar kelas ialah untuk membangun keterbukaan akademis terhadap sejumlah data hasil KKL dan analisis sementara kelompok. Bentuk seminar diselenggarakn sesuai kebutuhan.

  • Sistematika Laporan Kelompok

    • Bagian Pembuka

    • Bagian ini terdi dari (1) Halaman Sampul; (2) Halaman Judul; (3) Halamn Pengesahan; (4) Prakata; (5) Abstrak; (6) Daftar Isi ; (7) Daftar Tabel Halaman Pengesahaan ; (8) Daftar Lmpiran.

    • Halaman Sampul, memuat judul kegiatan KKL; maksud penulis untuk mata kuliah KKL 1 dan Tahun Akademik; lambang IKIP PGRI Pontianak; Kelompok Tim Penyusun; nama program studi dan jurusan, nama fakultas, dan tahun penulisan laporan. Halaman sampul dicetak menggunakan kertas buffalo warna merah berukuran kuato (A4). Warna tulisan dalam halaman sampul adalah hitam. Contoh halaman sampul dapat dilihat lampiran 2.

    •  Halam Judul, isinya sama dengan halaman sampul, dicetak pada kertas HVS berwaran putih.

    • Halaman Pengesahan, memuat bukti pengesahan administratif dan akademik oleh tim dosen Pembimbing, Ketua Prodi. Unsur-unsur yang ada dalam halaman pengesahan dari salah satu Tim KKL, pernyataanya pengesahaan dari salah satu Tim Dosen Pembibing dan Ketua Prodi. Contoh halaman pengesahan dapat dilihat pada lampiran 4.

    • Prakata, memuat kata pengantar dari Tim Penyusun Laporan KKL ( mahasiswa peserta KKL) antara lain memaparkan secara singkat maksud dan tujuan KKL serta upacara terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu pelaksanaan KKL.

    • Abstrak, secara umum memuat: Kata Abstrak: Judul Kegiatan KKL ; dan isi Abstrak. isi abstrak antra-100-150 kata. Pragraf pertama berisi maksud dan tujuan KKL. Pragraf kedua memuat metode pengumpulan data KKL.Pragraf ketiga memuat kesimpulan hasil-hasil KKL.

    • Daftar Isi,secara ringkas memuat prakata,abstrak, daftar lampiran. Tabel (jika ada) judul-judul bb per bab sub-sub, serta daftar pustakanberserta nomor halamanya.

    • Bagian Isi Laporan 

    • Bagian isi laporan terdiri (1) pendahuluan, (2) keadaan umum, (3) bidang/objek kajian KKL, (4) hasil dan pembahasan, (5) kesimpilan. Jika terdapat saran, judul bab terakhir dapat diubah menjadi Kesimpulan dan Saran.

    • Bagian Akhir

    • Bagian akhir laporan terdiri atas daftar pustaka (harus ada) dan lampiran (jika ada).

    • Sistematik Laporan Individu

    • Abstrak, secara umum memuat: Kata Abstrak; Judul, dan isi Abstrak. Isi Abstrak memuat antara 100-150 kata. Paragraf pertama berisi maksud dan tujuan KKL. Paragraf kedua memuat metode pengumpulan dan KKL. Paragraf ketiga memuat ringkasan hasil-hasil KKL.

    • Bab 1 Pendahuluan

    • Analisis Situasi, berisi uraian latar belakang masalah dan arti penting KKL di lokasi yang dipilih, dan jika perlu disediakan data pendukung pra-KKL.

    • Informasi Lokasi KKL, mendeskripsikan secara singkat, informatif, dan akurat tentang lokasi pelaksanaan KKL.

    • Bab 11 Pembahasan, menguraikan temuan-temuan selama KKL.

    • Bab 111 Penutup

    • Kesimpulan, memuat penilaian atas temuan-temuan selama KKL.

    • Saran, memuat alternatif kebijakan ( jika ada) terhadap hasil pelaksanaan KKL.

    • Tata Tulis Penulisan Laporan KKL.

Penulisan laporan KKL menggunakan Bahasa Indonesi baku. Secara teknisi ada beberapa ketentuan penggunaan bahasa tulis yang dibuat laporan KKL. Ketentuen tersebut antara lain:

  • Penomoran, nomor halaman diletakan di sebelah kanan atas, dua spasi atau satu sentimeter di atas baris pertama teks. Nomor halaman menggunakan angka arab, dimulai dari bab pendahuluan. Halaman-halaman sebelumnya seperti halaman judul/ kata pengantar ,daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar mrnggunakan angka Romawi kecil. Khusus untuk halaman yang memuat judul bab. Nomor halaman diletakan di tengah bawah halaman, dua spasi atau satu sintimeter di bawah baris terakhir.

    • Huruf miring,(italics) huruf miring digunakan untuk:

    • Judul buku, nama terbitan berkala, atau nama publiksi lain.

    • Istilah, kosa kata, frase atau kalimat dalam bahasa asing yang dikutip langsung masuk kedalam teks;

    • Huruf yang digunakan untuk simbol-simbol dalam statika atau lajabar.

    • Penyajian Tabel dan Gambar

    • Tabel, penulisan kata” Tabel’’ di mulai dari tepi tepi kiri, diikuti nomor tabel, dan nama tabel. Nomor tabel menggunakan angka arab, ditulis secara urut tampa memperhatikan dalam bab mana tabel itu disajikan.

    • Gambar, meliputi foto, garafi, diagram,peta, bagan,skema dan sejenisnya. Penyajian gambar mengikuti ketentuan sebagai berikut:

    • Tulisan gambar, nomor gambar, dan nama gambar diletakan dibawah gambar.

    • Nomor gambar ditulis mengunakan angka arab, ditulis secara urut tanpa memperhatikan dalam bab mana gambar disajikan.

    • Setiap gambar disajikan dalam halaman yang tidak terpisah

    • Pengutipan

    • Cara Menulis Kutipan Lngsung. Kutipan langsung ditulis sama persis dengan sumber aslinya,baik mengenai ejaan maupun bahasanya. Kutipan yang terdiri dari lima baris atau lebih, diketik satu spasi, dimulai lima kutipan dari marjin kiri. Kutipan yang kuranag dari liam baris dimasukan dalam teks, diketik seperti ketikan teks, diawali dan diakhiri oleh tanda petik (‘’....’’). jika pengutip memberikan penjelasan atau menggaris bawahi bagian yang dianggap penting, pengutip harus memberikan keterangan. Keterangan tersebut berada diantara tanda kurung (misalnya, garis bawah dari pengutip).  

    • Cara Menulis Sumber Kutipan Langsung. Sumber kutipan langsung ditulis dengan menyebut nama pengarang, tahun terbitan, dan nomor halaman yang dikuti.Contoh: ‘’.....’’(Samsuri, 2003:123).,

    • Zulkifli (2002:4) menjelakan bahwa ‘’ ....’’

    • Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung. Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang tidak sama persis dengan aslinya. Pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip dalam kalimat yang disusun sendiri oleh pikiran dari sumber yang dikutip dalam kalimat yang disusun sendiri oleh pengutip. Kutipan tersebut ditulus dua spasi.

    • Cara Menulis Sumber Kutipan Tidak Langsung. Sumber kutipan tidakl langsung ditulis dengan menyebut nama pengarang. Tahun terbit, dan nomor halaman.

    • Penulis Daftar Pustaka

    • Penulis Buku, mengikuti uraian: nama pengarang, tahun terbit, judul buku, tempat diterbikan dan nama penerbit. Penulisan nama pengarang diawali dengan nama akhir pengarang, seperti nama keluarga (surname). Nama lain atau huruf singkat (inilials). Ditulis dibelakang nama akhir tadi dan dipisahkan dengan tanda koma. Apabila nama tersebut berperan sebagai penyunting buku, dibelakang nama, diberi tanda (ed) atau (eds) jika penyunting lebih dari sati orang.

    • Contoh:

    • Buku dengan pengarang satu orang

    • Meleong, lexy J.(2002). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.

    • Buku dengan dua orang pengarang

    • Almond, Gabriel A., dan Sidney Verbal (1989) Civic Culture: Politik cal Attitudes and Democracy in Five Natios. Newbury Park, California: Sage

    • Buku dengan tiga orang pengarang

    • Vontz, Thomas, Kim Metcalf dan John Patrick. (2000). Project citizen and the Civic Develoment of Studens in Indiana. Lativia and Lithuania. Bloomington, IN: ERIC, indiana University

    • Buku yang disunting

    • Shaver, James (ed.) (1991). Handbook of Researc on Social Studies Teaching and Learning. New York: Macmillan Publishig Co.

Torney-Purta, Judith, John Schwille dan Jo-Ann A mandeo (eds.). (1999). Civic Education Across Countries: twenty-four National Case Studies from the IEA Civic Educataon Project. Amsterdam, The Netherlands The International Association for the Evaluation of Educational Achievement

  • Artikel Jurnal

    • Artikel dengan satu orang penulis

    • Carr, David. (2002). ‘’Moral Education and the Perils of Developmentalism’’, Jounal of Moral Education. Vol. 31. No. 1(March). Pp. 5-19.

    • Artikel dengan dua orang penulis

    • Wiredu, Kwas. (2005).’’ On the Idea of Global Ethic.’’ Journal of Global Ethics. Vol. 1. No. 1 (June) pp 45-51.

    • Penelitian atau karya tulis yang diterbitkan

    • Samsuri.(2004). Politik Islam Anti Komunis. Yogyakarta: Safiria Insania Press dan MIS UUI

    •  Penelitian atau karya tulis tidak diterbitkan

Sunarso, Suharno dan Samsuri (2003). Partisipasi Warga Negaradalam Lembaga Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2004 di Kabupaten Sleman. Laporan Penelitian. Yogyakarta: FIS UNY

  • Karya tulis yang diterbitkan di internet

    • Center for Civic Education.(2003). Res Publi: An International framework for Education in Deocracy. CA: CCE. diakses di website CCE http://www.civiced.org/ pada tanggal 21 Oktober 2005.

BAB IV

EVALUASI KKL

  • Signifikansi Evaluasi KKL

    • Evaluasi mata kuliah KKL disini diartikan sebagai bentuk pemberian nilai akhir terhadap pelaksanaan KKL secara keseluruhan. Evaluasi memiliki tiga tujuan. Pertama, evaluasi dilakukan untuk mengukur pencapaian prestasi belajar mahasiswa. Kedua, penilaian untuk memperloleh informasi keilmuan dari pelaksanaan KKL. Ketiga, penilaian dimaksudkan untuk memperoleh perbaikan-perbaikan pelaksanaan  di semester berikutnya.

    • Komponen Evaluasi KKL.

    • KKL. Sebagai mata kuliah perlu memberikan penilaian prestasi akademik kepada setiap mahasiswa peserta KKL. Komponen penilaian meliputi:

    • Perencanaa,diperoleh dari nilai usulan/proposal KKL

    • Pelaksanaan, Diperoleh berdasarkan indikator keterlaksanaan tujuan KKL yang telah diusulkan.

    • Kemampuan interpersonal Tim Kerja KKL, diperoleh berdasarkan indikator kerja sama, kerajinan, kedisplinan,kratifitas, tanggung jawab, dan sikap etis selama pelaksanaan KKL.

    • Laporan, diperoleh dar nilai laporan aktif kelompok individu serta hasil seminar laopran KKL.

1