LABORATORIUM - Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan LEMBAR KERJA MAHASISWA PRAKTIKUM

LEMBAR KERJA MAHASISWA (LKM)

PRAKTIKUM

HUKUM ACARA PIDANA

OLEH :

MINAL ARDI, MH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

FAKULTAS PENDIDIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

IKIP – PGRI PONTIANAK

2016

LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA

Nama Mata Kuliah               :   Hukum Acara Pidana

Pengampu                            :   Armayatinida, MH

Kelas /Smster                       :   A Pagi dan B Sore/IV

Tempat  Pertemuan              :   Laboratotium PPKn

GAMBARAN UMUM

Materi kuliah hukum acara pidana membahas materi hukum pidana formil yaitu hukum yang mengatur tentang cara bagaimana para petugas penegak hukum (Penyidik, Penuntut Umum, Hakim, dan Advokat) melaksanakan tugasnya dalam setiap tahap pemeriksaan mulai dari Penyidikan, Penuntutan, dan Pemeriksaan di muka sidang, Putusan, Upaya Hukum, sampai Pelaksanaan Putusan (Eksekusi). Pemberian materi diawali tentang asas-asas, hak-hak, dan perlindungan terhadap Tersangka, Terdakwa, dan Terpidana, serta ketentuan hukum acara baik untuk tindak pidana umum (dalam KUHP dan KUHAP) maupun untuk tindak pidana khusus (di luar KUHP dan KUHAP) dan diakhiri dengan diskusi kasus aktual untuk penerapan hukum acara pidana.

TUJUAN PRAKTIKUM

Mahasiswa mampu memiliki pengetauan, sikap dan keterampilan:

  • 1. Menjelaskan pengertian, ruang lingkup dan fungsi hukum acara pidana;

  • 2. Menjelaskan asas-asas hukum acara pidana, ilmu pengetahuan pembantu hukum acara pidana dan dari hukum kolonial ke hukum nasional;

  • 3. Menjelaskan proses pemeriksaan pendahuluan, mulai dari penyelidikan, penyidikan dan penyidikan tambahan (pra penuntutan) atas petunjuk penuntut umum;

  • 4. Menjelaskan proses penuntutan, mulai dari pemeriksaan berkas perkara, surat dakwaan dan surat tuntutan pidana serta pemeriksaan perkara koneksitas.

  • 5. Menjelaskan wewenang pengadilan, ganti kerugian dan rehabilitasi serta tata cara pemeriksaan di sidang pengadilan.

  • 6. Menjelaskan hukum pembuktian dan putusan pengadilan.

  • 7. Menjelaskan upaya hukum, putusan pengadilan, pelaksanaan putusan pengadilan serta pengawasan dan pengamatan pelaksanaan putusan pengadilan.

ALUR BAGI PESERTA PRAKTIKUM :

  • Praktikan menerima dan kemudian mempelajari modul praktikum.

  • Praktikan mengerjakan tugas prepraktikum yang diberikan.

  • Praktikan melakukan asistensi tugas prepraktikum tersebut. Asistensi ini digunakan sebagai bahan bagi dosen untuk menilai kesiapan peserta juga berfungsi sebagai ajang diskusi peserta praktikum atas kesulitan yang dialaminya.

  • Praktikan mendemokan implementasi tugas praktikum kepada dosen praktikum.

PERATURAN PRAKTIKUM :

  • Praktikan harus menghadiri setiap sesi praktikum, tidak hadir tanpa keterangan akan menyebabkan hak menjadi praktikan gugur (nilai E).

  • Praktikan wajib hadir praktikum tepat waktu.

  • Tugas prepraktikum diserahkan sebelum praktikum dimulai.

  • Laporan praktikum dianggap sah apabila praktikan telah melakukan asistensi sesuai dengan materi praktikum.

  • Laporan resmi adalah gabungan dari semua laporan praktikum tiap sesi.

GRADE PENILAIAN PRAKTIKUM :

  • Tugas Prepraktikum = 20%

  • Kehadiran dan pelaksanaan praktikum = 20%

  • Laporan praktikum per modul = 20%

  • Laporan resmi (dosen) = 20%

  • Postest Akhir  = 20%

TATA CARA PENULISAN LAPORAN AKHIR :

  • Laporan ditulis menggunakan kertas A4 bolak balik, batas kiri: 3.5 cm, batas kanan: 3 cm, batas atas: 3 cm dan batas bawah: 3 cm.

  • Laporan ditulis mulai dari modul dan jawaban dari pertanyaan setelah melaksanakan praktikum.

  • Laporan praktikum dilengkapi daftar isi, daftar gambar, daftar tabel dan lampiran berupa kegiatan yang mendukung praktikum (jik ada).

  • Laporan setelah selesai diperiksa kemudian laporan dikumpulkan menjadi satu dan dijilid langsung warna kuning.

  • Laporan per bab dikumpulkan sebelum melaksanakan praktikum berikutnya dan tidak boleh terlambat.

  • Laporan akhir dikumpulkan pada waktu pelaksanaan postest akhir.

ACARA PRAKTIKUM

acara

Tempat

Tugas praktikan

Keluaran

Pengetahuan umum terkait hukum acara pidana

Ruang LAB/bebas

Membuat makalah terkait hukum acara pidana

Laporan makalah

Praktik Persidangan perkara

Lab PPKn

Membuat kelompok praktik sidang perkara

Pengetahuan dan pengalaman bersidang

Praktik membuat surat dakwaan

LAB PPKN

Membuat laporan surat dakwaan perkara

Laporan

Praktik membuat surat penuntutan

Membentuk kelompok belajar

Laporan makalah

Praktik membuat surat penangguhan penahan

Lab PPKn

Kelompok belajar Membuat surat penangguhan

Laporan kelompok

Praktik membuat jawaban tergugat

LAB PPKn

Tugas individu dan presentase surat jawaban tergugat

Laporan individu

Praktik membuat surat kuasa khusus

LAB PPKn

Tugas individu membuat surat kuasa khusus

Laporan individu

Praktik membuat eksepsi

LAB PPKN

Presentasi

Laporan individu

Observasi di kantor pengadilan negeri pontianak

Kantor pengadilan negeri pontianak

Membuat laporan tertulis hasil observasi

Laporan hasil observasi

Membuat kliping eksekusi pidana

Ruang kelas/bebas

Tugas individu

Keterampilan dalam membuat kliping

LEMBAR KERJA MAHASISWA

PRAKTIKUM 1

Konstruksi Teori dan Analisis Hukum Acara Pidana

  • Tujuan Praktikum

  • 1. Menjelaskan arti penting Hukum Acara Pidana

  • 2. Menjelaskan prinsip-prinsip dan Sistem Hukum Acara Pidana

  • 3. Menyebutkan tindakan tertentu yang di atur dalam Hukum Acara Pidana

  • 4. Menjelaskan tahapan proses hukum acara pidana

  • 5. Menjelaskan perkembangan hukum acara pidana khusus

  • B. Metode Praktikum

  • Ceramah dan tanyajawab

  • Penugasan

  • Diskusi

  • Hasil Praktikum

  • Laporan tugas makalah

  • Resume materi

  • Prosedur Praktikum

  • Penyampaian materi pembelajaran hukum acara pidana

  • Tanyajawab terkait materi

  • Membentuk kelompok belajar

  • Tiap kelompok diberikan tema perkuliahan untuk membuat makalah

  • Presentase tugas makalah

  • Evaluasi tugas makalah

  • Mengerjakan soal latihan

  • Soal Latihan

  • Buatlah resume materi hukum acara pidana

  • Buatlah konstruksi bangunan teori hukum acara pidana

  • Buatlah Book Report hukum acara pidana

LEMBAR KERJA MAHASISWA

PRAKTIKUM II

Praktik Persidangan perkara

  • Tujuan Praktikum

  • Mahasiswa mengetahui dan memiliki pengalaman terkait peradilan

  • B. Metode Praktikum

  • Ceramah dan tanyajawab

  • Penugasan

  • Diskusi

  • Hasil Praktikum

  • Laporan tugas makalah

  • Resume materi

  • Prosedur Praktikum

  • Adapun personil yang mempunyai peran dalam proses persidangan perkara pidana adalah :

  • Majelis Hakim (MH)

  • Jaksa Penuntut Umum (JPU)

  • Penasehat Hukum (PH)

  • Panitera Pengganti (PP)

  • Terdakwa

Selain personil tersebut diatas ada jugapetugas yang mendukung kelancaran jalannya suatu persidangan .petugas dimaksud adlah :

  • Juru Sumpah (JS)

  • Juru Panggil

  • 3. Petugas Pengawalan

  • 4. Petugas Pkeamanan

Sidang ditetapkan olehMajelis Hakim dan dibuka dengan cara sebagai berikut :

Majelis Hakim memasuki ruang siding

PemanggilanTerdakwa Masuk ke Ruang Sidang

Pembacaan Surat Dakwaan

Pengajuan Eksepsi (keberatan)

Pembacaan/pengucapan putusan sela

SIDANG PEMBUKTIAN

Pembuktian Oleh Jaksa Penuntut Umum

Pembuktian Oleh Terdakwa/ Penasihat Hukum

SIDANG PEMBACAAN TUNTUTAN, PEMBELAAN DAN TANGGAPAN-TANGGAPAN

Pembacaan Tuntutan (requisitoir)

Pengajuan/Pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi)

Pengajuan/Pembacaan Tanggapan-tanggapan (replik dan duplik)

SIDANG PEMBACAANPUTUSAN

  • Hakim ketua menjelaskan bahwa acara sidang hari ini adallah pembacaaan putusan. Sebelum putusan dibacakan oleh hakim ketua meminta agar para pihak yang hadir memperhatikan isi putusannya dengan seksama

  • Hakim ketua muai membacakan putusan. Tata cara pembacaan putusan sama dengan tata cara pembacaan putusan sel. Apabia naskah putusan panjang maka hakim anggotadapat menggantikan secara bergantian

  • Pada saat hakim akan membaca/mengucapkan amar putusan (sebeum mulai membaca kata” mengadii….”) maka hakim ketua memerintahkan kepada terdakwa untuk berdiri di tempat

  • Setelah amar putusan dibacakan seluruhnya , hakim ketua mengetukkan palu 1x dan mempersilahkan terdakwa untuk duduk kembali

  • Hakim ketua memjelaskan secara singkat isi putusannya terutama yang berkaitan dengan dengan amar putusannya hingga terdakwa mengerti terhadap putusan yang dijatuhkan terhadapnya

  • Hakim ketua menjelaskan hak-hak para pijak terhadap putusan tersenut. Selnjutnya hakim ketua menawarkanpada terdakwa untuk menentukan sikapnya, apakah akan menyatakan siap menerima putusan tersebut, menyatakan menerima dan akan mengajukan grasi, menyatakan naik banding atau berpikir-pikir. Dalam hal ini terdakwa dapat diberi waktu sejenak untuk berkonsultasi dengan PH nya atau terdakwa mempercayakan haknya kepada PH. Hal yang sama jua ditawarkan kepada JPU. Jika terdakwa/PH menyatakan sikap menerima , maka hakim ketua memerintahkan agar terdakwa menandatangani berita acara menerima pernyataan menerima putusan yang yang teah disiapkan oleh PP. jika terdakwa mengajukan banding , maka terdakwa diminta agar segera menandatangani akta permohonan banding (dapat dikuasakan kepada PH ). Jika terdakwa/PH menyatakan pikir-pikir dulu ,maka hakim ketua menjelaskan bahwa masa pikir-pikir diberikan selam 7 hari, apabila setelah 7 hari terdakwa tidak menyataka sikap, maka terdakwa dianggap menerima putusan. Hal ini juga sama juga dilakukan terhadap JPU

  • Apabila tidak ada hal-hal yang akan disampaikanlagi, maka hakim ketua menyatakan bahwa seuruh rangkaian acara persidangan perkara pidana yang bersangkutan telah selesai dan menyatakan sidang ditutup. Tata caranya adlah : setelah mengucapkan kata-kata “ ……sidang dinyatakan ditutup” maka hakim ketua mengetukkan palu 3x

  • Pejabat yang bertugas sebagai p[rotokol mengumumkan bahwa hakim/majelis hakim akan meninggalkan ruang sidang, dengan kata-kata kurang lebih “ hakim/majelis hakim akan meningalkan ruang sidang, hadirin dimohon untuk berdiri

  • Semua yang hadir dalam sidan tersebut , termasuk PH dan JPU turut berdiri

  • Hakim/majelis hakimmeningalkan ruang sidang dengan meallui pintu khusus , muai dari yang terdepan Hakim ketua diikuti oeh hakim anggota 1 dan kemudian hakim anggota II

  • Para pengunjung sidang , JPU,PH, terdakwa berangsur-angsur meninggalkan ruang sidang . apabila putusan menyatakan terdakwa tetap ditahan , maka pertama-tama yan meninggalkan ruang sidang adalah terdakwa dengan dikawal petugas.

  • LEMBAR KERJA MAHASISWA

  • PRAKTIKUM III

  • MEMBUAT SURAT DAKWAAN

  • Tujuan Praktikum

  • Mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat surat dakwaan

  • Metode praktikum

  • Diskusi

  • Penugasan

  • Hasil Praktikum

  • Laporan kelompok

  • Laporan Portofolio

  • Proses Pelaksanaan Praktikum

  • Penyampaian materi terkait surat dakwaan

  • Diskusi tentang fungsi dan langkah membuat surat dakwaan

  • Pengarahan pembuatan surat dakwaan

  • Masing-masing mahasiswa membuat surat dakwaan

  • Presentase tugas

  • Evaluasi

  • Produk Surat Dakwaan

KEJAKSAAN NEGERI PONTIANAK P 29

Jl. Ahmad Yani Pontianak

SURAT DAKWAAN

No. Reg. Perkara : PDM-23/12/13

I.IDENTITAS TERDAKWA

Nama : Sunyoto

Tempat/tanggal lahir : Magelang 12 Februari 1985

Jenis kelamin : laki-laki

Agama : Kristen

Tempat tinggal : Jl. Kaca Pring no 15, Surabaya

Kewarganegaraan : Indonesia

Pekerjaan : seorang marketing perusahaan penyalur alat kesehatan

Pendidikan terakhir : SMA

II. PENAHANAN

Ditahan oleh Penyidik dengan jenis penahanan Rutan sejak tanggal 15 November 2013 s/d 29 November 2013.

Perpanjangan penahanan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya dengan jenis penahanan Rutan sejak tanggal 30 November 2013 s/d 8 Desember 2013.

Ditahan oleh Jaksa Penuntut Umum dengan jenis penahanan Rutan sejak tanggal 18 Desember 2013 s/d dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Surabaya.

III.DAKWAAN

KESATU

Bahwa ia terdakwa SUNYOTO sejak tanggal 25 Desember 2009 atau setidak-tidaknya bulan Desember 2009 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu lain masih dalam tahun 2009 dalam wilayah Jawa Timur atau setidak-tidaknya dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Surabaya yang berdasarkan pasal 84 KUHAP, Pengadilan Negeri Surabaya berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya,dengan sengaja dan melawan hukum mengaku sebagai milik sendiri (zich toeegenen) barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatanyang dilakukan terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut :

Bahwa terdakwa SUNYOTO bekerja sebagai seorang marketing perusahaan alat kesehatan, PT. Sido Makmur, Surabaya sejak tahun 2009 memiliki tugas untuk memasarkan alat-alat kesehatan di wilayah Jawa Timur, dimana ia juga bertanggung jawab dalam menerima dan menyalurkan pembayaran daricustomer/pelanggan yang ia dapatkan.

Bahwa sejak akhir 2009, terdakwa SUNYOTO berinisiatif untuk mengambil sebagian uang pembayaran customer yang dipercayakan padanya untuk dibayarkan kepada perusahaan karena ia beranggapan bahwa biaya perjalanan yang ia terima dari perusahaaan jauh dari cukup dan gaji bulannya jauh dibawah Upah Minimum Karyawan (UMK).

Bahwa pertengahan tahun 2010, akuntan PT. Sido Makmur menemukan kejanggalan pada nota pembayaran dan pengeluaran barang pada alat-alat kesehatan yang disalurkan terdakwa SUNYOTO. Mengetahui hal tersebut, Mr. ENDOGAWA, Kepala Bagian SD perusahaan akhirnya memanggil terdakwa SUNYOTO untuk dimintai penjelasan mengenai ketidakberesan pembayarancustomerterdakwa SUNYOTO. Terdakwa SUNYOTO berdalih bahwa banyakcustomeryang menunggak pembayaran barang, akhirnya Kepala Bagian SDM meminta terdakwa SUNYOTO untuk segera menarik tunggakan pembayarancustomer-customernya.

Bukannya terdakwa SUNYOTO berusaha mengembalikan uang yang dipakainya, justru ia memalsukan data customer sehingga jumlah nasabah per bulan dapat melebihi target yang diberikan perusahaan untuk mendapatkan bonus.

Pada bulan Oktober 2013, MARWOTO, customer terdakwa SUNYOTO dari Kediri, mengajukan komplain karena terus mendapatkan surat tagih dari PT. Sido Makmur karena telah lunas membayar sejak tahun 2012.

Akhirnya terdakwa SUNYOTO dilaporkan oleh Mr. EDOGAWA ke POLRESTABES Surabaya untuk diperiksa.

Dengan kesimpulan : dari hasil pemeriksaan diambil kesimpulan bahwa penyebab kejanggalan pada nota pembayaran dan pengeluaran barang pada alat-alat kesehatan yang disalurkan terdakwa SUNYOTO adalah akibat dari perbuatan terdakwa SUNYOTO mengambil sebagian uang pembayaran customer yang dipercayakan padanya untuk dibayarkan kepada perusahaan dan memalsukan data customer.

Perbuatan terdakwa sebagaimana di atur dan di ancam pidana dalam pasal 372 jo 65 ayat (1) KUHP.

DAN

KEDUA

Bahwa ia terdakwa SUNYOTO sejak tanggal 25 Desember 2009 atau setidak-tidaknya bulan Desember 2009 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu lain masih dalam tahun 2009 dalam wilayah Jawa Timur atau setidak-tidaknya dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Surabaya yang berdasarkan pasal 84 KUHAP, Pengadilan Negeri Surabaya berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya,dengan membuat secara tidak benar atau memalsu surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti dari sesuatu hal, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain pakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugianyang dilakukan terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut :

Bahwa terdakwa SUNYOTO bekerja sebagai seorang marketing perusahaan alat kesehatan, PT. Sido Makmur, Surabaya sejak tahun 2009 memiliki tugas untuk memasarkan alat-alat kesehatan di wilayah Jawa Timur, dimana ia juga bertanggung jawab dalam menerima dan menyalurkan pembayaran daricustomer/pelanggan yang ia dapatkan.

Bahwa sejak akhir 2009, terdakwa SUNYOTO berinisiatif untuk mengambil sebagian uang pembayarancustomeryang dipercayakan padanya untuk dibayarkan kepada perusahaan karena ia beranggapan bahwa biaya perjalanan yang ia terima dari perusahaaan jauh dari cukup dan gaji bulannya jauh dibawah Upah Minimum Karyawan (UMK).

Bahwa pertengahan tahun 2010, akuntan PT Sido Makmur menemukan kejanggalan pada nota pembayaran dan pengeluaran barang pada alat-alat kesehatan yang disalurkan terdakwa SUNYOTO. Mengetahui hal tersebut, Mr. ENDOGAWA, Kepala Bagian SD perusahaan akhirnya memanggil terdakwa SUNYOTO untuk dimintai penjelasan mengenai ketidakberesan pembayaran customer terdakwa SUNYOTO. Terdakwa SUNYOTO berdalih bahwa banyak customer yang menunggak pembayaran barang, akhirnya Kepala Bagian SDM meminta terdakwa SUNYOTO untuk segera menarik tunggakan pembayaran customer-customernya.

Bukannya terdakwa SUNYOTO berusaha mengembalikan uang yang dipakainya, justru ia memalsukan data customer sehingga jumlah nasabah per bulan dapat melebihi target yang diberikan perusahaan untuk mendapatkan bonus.

Pada bulan Oktober 2013, MARWOTO, customer terdakwa SUNYOTO dari Kediri, mengajukan komplain karena terus mendapatkan surat tagih dari PT. Sido Makmur karena telah lunas membayar sejak tahun 2012.

Akhirnya terdakwa SUNYOTO dilaporkan oleh Mr. EDOGAWA ke POLRESTABES Surabaya untuk diperiksa.

Dengan kesimpulan : dari hasil pemeriksaan diambil kesimpulan bahwa penyebab kejanggalan pada nota pembayaran dan pengeluaran barang pada alat-alat kesehatan yang disalurkan terdakwa SUNYOTO adalah akibat dari perbuatan terdakwa SUNYOTO mengambil sebagian uang pembayaran customer yang dipercayakan padanya untuk dibayarkan kepada perusahaan dan memalsukan data customer.

Perbuatan terdakwa sebagaimana di atur dan di ancam pidana dalam pasal 263 ayat (1) jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Surabaya, 22 Desember 2013

PENUNTUT UMUM

RIZKY JULIANI, S.H, M.H

JAKSA UTAMA MADYA NIP.345795509

  • Lembar Kerja Mahasiswa

  • Praktikum IV

  • REPLIK

  • Tujuan Praktikum

  • Mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat membuat surat replik

  • Metode praktikum

  • Diskusi

  • Penugasan

  • Hasil Praktikum

  • Laporan kelompok

  • Laporan Portofolio

  • Proses Pelaksanaan Praktikum

  • Penyampaian materi terkait surat replik

  • Diskusi tentang fungsi dan langkah membuat replik

  • Pengarahan pembuatan surat replik

  • Masing-masing mahasiswa membuat surat replik

  • Presentase tugas

  • Evaluasi

  • Produk Surat replik

REPLIK

Hal      : REPLIK

Lamp   : -

Kepda yth :

Ketua Majelis Hakim  dalam Perkara

Nomor : 30 Pdt. G/2014/PA.PTK

Pengadilan  Agama  Pontianak.

 Di –

 JL.Ahmad Yani No.12, Pontianak selatan.

Dengan hormat ;

                                                                                   

            Bertindak Untuk dan atas nama klien kami  atas nama WIBERTA YULINDA, yang Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 10 Agustus 2014  di Wakili Oleh Kuasa Hukumnya    ANDRI ADITYA, SH, M.H & REKAN” , Beralamat di beralamat di Jalan Raya Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap,  Kabupaten Kubu Raya. dengan ini izinkanlah kami memberikan jawaban sebagai berikut selaku Penggugat dalam perkara No. 30 pdt.G/2014/PA.PTK Dengan ini hendak mengajukan Replik Sebagai Tanggapan Jawaban Termohon sebagai brikut : ............

  • 1. Bahwa Penggugat menolak dengan tegas seluruh dalil dalil jawaban tergugat kecuali mengenai hal hal yang secara tegas di akui akan kebenaranaya dan Penggugat bertetap dalil gugatan semula.

  • Bahwa tergugat dalam jawabanya point 5 dengan ini penggugat menanggapinya sebagai brikut : Bahwa tergugat dalam keteranganya telah memutar balikan fakta  yang sebenarnya yang sebenarnya terjadi dengan mengatakan tergugat hanyalah bersikap tegas pada keluarga, bahwa tergugat bekerja sebagai direktur personalia  karena pada kenyataanya dalam perusahaan tersebut tidak ada posisi direktur personalia. Begitupula pernyataan tergugat hanya meminjam uang pada penggugat, karena sampai detik ini uang tersebut belum pernah di kembalikan dimana yang di namakan pinjam maka selayaknyalah di kembalikan;

  • Bahwa adanya keterangan jawaban tergugat pada point 8 dan 9 jelas jelas membuktikan kepicikan seseorang tergugat dimana terlihat Tergugat tidak serius mempertahankan biduk rumah tangga , malah mempermasalahkan materi belaka.

  • Bahwa selama ini penggugat selalu bersabar dan mencoba untuk menerima kondisi emosiaonal Tergugat yang tidak stabil karena apabila sedang marah Tergugat selalu meledak ledak dan selalu mengeluarkan kata kata kasar seperti : ‘’ tolol’’ , ‘’goblok’’ ‘’anjing’’, dll bahkan sering sampai memukul penggugat.

  • Bahwa lebih sering untuk keperluan  hidup rumah tangga dan untuk keperluan pendidikan anak- anak memakai uang dari penggugat saja , penggugat pernah meminta kepada tergugat bantuan biaya untuk  keperluan tersebut  akan tetapi tergugat  membalasnya dengan mengatakan : “ tidak punya uang “ dan mengeluarkan kata kata : ‘’ harus berhemat dan uang harus cukup sampai mati “, karena tidak tahan mendapat perlakuan tersebut akhirnya penggugat tidak pernah lagi meminta uang tambahan kepada Tergugat.

  • Bahwa pada prinsipnya penggugat tidak pernah keberatan dan iklas untuk memenuhi rumah tangga  dan biaya pendidikan anak – anak menggunakan uang dari penggugat karena penggugat  sepenuhnya sadar  akan kewajiban  sebagai orang tua  dan anak memerlukan biaya  untuk pendidikan yang  akan menunjang hari depan mereka nantinya, akan tetapi sebagai seorang istri apakah salah apabila penggugat mengharapkan bantuan dari suaminya  untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut  ? seharusnyalah Tergugat semestinya  bertanggung jawab akan hal itu dan berusaha mencarai kerja, bukan pergi ke pesta – pesta  yang tidak jelas;

  • Bahwa penggugat tetap pada pendirianya yaitu untuk bercerai dengan Tergugat karena sudah merasa tidak ada kecocokan.

  • Maka :

  • berdasarkan uraian- uraian tersebut di atas dengan ini  penggugat mohon kiranya  majelis hakim pengadilan agama pontianak berkenan mmemutuskan :

  • Mengabulkan gugatan penggugat untuk sepenuhnya.

  •                                                                              Pontianak,  8 september 2014

  •                                                                                                                                                                                                     Hormat kami

  •                                                                              Kuasa Hukum Penggugat

  •                                                                  ( ANDRI ADITYA, SH, MH )

  • Lembar Kerja Mahasiswa

  • Praktikum V

Surat Penangguhan Penahan

  • Tujuan Praktikum

  • Mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat membuat surat Penangguhan Penahan

  • Metode praktikum

  • Diskusi

  • Penugasan

  • Hasil Praktikum

  • Laporan kelompok

  • Laporan Portofolio

  • Proses Pelaksanaan Praktikum

  • Penyampaian materi terkait surat Penangguhan Penahan

  • Diskusi tentang fungsi dan langkah membuat Penangguhan Penahan

  • Pengarahan pembuatan surat Penangguhan Penahan

  • Masing-masing mahasiswa membuat surat Penangguhan Penahan

  • Presentase tugas

  • Evaluasi

  • Produk Surat penangguhan penahanan

RJW & PARTNERS LAW FIRM

Jalan Pahlawan no 27 Mojokerto

Telp 0321-345980, 0321-567908 Fax : 0321-567908

Email :rjwpartners@yahoo.com

Pontianak, 7 Desember 2015

No : 15/pdn-pp/2013

Lampiran : Fotocopy Surat Kuasa

Surat Keterangan Menjamin

Hal :Permohonan Penangguhan Penahanan

Kepada Yth.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Resort Mojokerto

Jl. Melati No. 22

Di Mojokerto

Dengan Hormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini,saya :

————————————-GANJAR KARNALTA, S.H., M.H.———————————-

Selaku advokat/penasihat hukum dan pembela umum padaRJW & Partners Law Firmyang beralamat di Jl. Pahlawan No. 27 Mojokerto.

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama guna kepentingan klien kami dengan identitas sebagai berikut :

nama :MINTO

tempat/tanggal lahir : Jakarta, 15 November 1996

jenis kelamin : laki-laki

agama : Kristen

pekerjaan : pelajar

kewarganegaraan : Indonesia

tempat tinggal :Jl. Bung Hatta No. 9 Sooko, Mojokerto

Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 2 Desember 2013, untuk selanjutnya disebut sebagai Pemohon.

Dengan ini kami mengajukan permohonan kepada Bapak/Ibu Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Resort Mojokerto untuk penangguhan penahanan terhadap klien kami yang akan ditahan mulai tanggal 8 Desember 2013 oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia Resort Mojokerto atas dasar Surat Perintah Penahanan Nomor :SP.Han/11/VI/2013/RESKRIMtertamggal 7 Desember 2013, terkait dalam perkara terjadinya tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan yang menyebabkan kematian yang dikaitkan dengan turut serta melakukan yang dapat dihukum sebagaimana dimaksud pasal 338 jo 55 ayat (1) atau pasal 351 ayat (3) jo 55 ayat (1) KUHP serta melakukan perbuatan pencurian yang dilakukan oleh lebih dari dua orang sebagaimana dimaksud pasal 362 jo 55 ayat (1) KUHP terhadapKIM SOENG II, seorang Warga Negara Asing berkebangsaan Korea dengan jaminan orang sebagaimana ketentuan pasal 31, 35, 36 KUHAP.

Adapun dasar pertimbangan permohonan ini adalah sebagai berikut :

Pasal 31 ayat Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

Bahwa klien kami telah melalui proses pemeriksaan di tingkat penyidikan dengan baik dengan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan.

Klien kami yang bernamaMINTOsedang menjalani pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas dan akan mengikuti Ujian Nasinal pada akhir bulan ini.

Bahwa ada jaminan dari Bapak Alimin yang merupakan ayah dari klien kami yang bernamaMINTOuntuk menjamin bahwa klien kami tidak akan melakukan hal-hal sebagai berikut :

– Tidak akan melarikan diri.

– Tidak akan menghilangkan barang bukti.

– Tidak mengulangi tindak pidana.

– Tidak mempersulit jalannya penuntutan atau pemeriksaan di sidang pengadilan.

– Serta sanggup dan bersedia untuk menghadiri pemeriksaan di Pengadilan Negeri Mojokerto.

Bahwa proses perkara ini masih perlu pembuktian di muka persidangan, sehingga berdasarkan asas praduga tak bersalah (presumption of innoncence), tersangka belumlah dapat dikatakan sebagai orang bersalah, sebelum ada keputusan Pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijde).

Pendek kata klien kami siap setiap saat apabila diperlukan akan menghadap dan tidak menghalang-halangi penegakan hukum dengan jaminan orang sebagaimana ketentuan KUHAP.

Bahwa menimbang alasan-alasan tersebut di atas, dengan memperhatikan ketentuan pasal 31 ayat 1 KUHAP, kami memohon dengan hormat agar Bapak/Ibu Kepala Kepolisian Republik Indonesia Resort Mojokerto berkenan untuk menangguhkan penahanan klien kami dengan menangguhkan penahannnya. Atas permohonan ini, klien kami bersedia untuk melaksanakan wajib lapor dan tidak keluar kota.

Demikian surat permohonan ini saya sampaikan, tanpa mengurangi kewenangan Bapak/Ibu Kepala Pengadilan Negeri Mojokerto serta jajarannya sekali lagi untuk dan atas nama klien kami, kami mohon agar klien kami ditangguhkan penahannya. Atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terimakasih.

Hormat saya,

Kuasa Hukum

(ttd)

GANJAR KARNALTA, S.H., M.H.

  • Lembar Kerja Mahasiswa

  • Praktikum VI

Membuat jawaban tergugat

  • Tujuan Praktikum

  • Mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat membuat surat Jawabab tergugat

  • Metode praktikum

  • Diskusi

  • Penugasan

  • Hasil Praktikum

  • Laporan kelompok

  • Laporan Portofolio

  • Proses Pelaksanaan Praktikum

  • Penyampaian materi terkait surat Jawaban tergugat

  • Diskusi tentang fungsi dan langkah membuat surat Jawabab tergugat

  • Pengarahan pembuatan surat Jawaban tergugat

  • Masing-masing mahasiswa membuat surat Jawaban tergugat

  • Presentase tugas

  • Evaluasi

  • Produk Surat surat Jawaban tergugat

BEDJO & PARTNERS LAW FIRM

Jl. Pahlawan 27 Sidoarjo

No. Telp 0321-596048, 0321-596087 Fax : 0321- 576980

Email :rjwparnerts@yahoo.com

JAWABAN TERGUGAT

Dalam Perkara No. 125/Pdt.G/2013/PN.Sidoarjo

Antara :

ARY: Penggugat Dalam Konvensi

Lawan :

PT. SUSUKI ABADIyang diwakili oleh direkturnya bernamaANA HERMANTO, S.E. : Tergugat dalam Konvensi

Pontianak, 28 Desember 2015

Kepada:

Yth. Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak

Jl. A. yani

Dengan Hormat,

Untuk dan atas namaARYselaku Tergugat Dalam Konvensi. Sesuai denganSurat Kuasa Khusus tertanggal 11 November 2013, dengan ini hendak memajukan dalil-dalil seperti apa yang akan terurai di bawah ini sebagai konklusi jawaban dalam konvensi dan gugatan dalam rekonvensi.

Dalam eksepsi :

Bahwa penggugat menjelaskan dalam gugatan bahwa pihak tergugat melakukan pelanggaran terhadap pasal 12334 KUH Perdata mengenai prestasi yang terdiri dari memberikan sesuatu, berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu, atau dengan kata lain pihak tergugat melakukanwanprestasi(cedera janji). Akan tetapi menurut pasal 8 (3) RV menjelaskan bahwa gugatan harus memuat atau disertai dengan kesimpulan yang jelas dan tertentu demi kepentingan beracara (procces doelmatigheid), sedangkan dalam gugatan yang diajukan oleh penggugat tidak memuat secara jelas tentang obyek sengketa baik yang terkait dengan keberadaanPerjanjian Jual Beli No. 76/TM/X/2012tertanggal 5 Oktober 2012 maupun mengenai obyek perjanjian yang berupa 5 (lima) unit mobil. Oleh karenanya, gugatan penggugat menjadi kabur (obscuur libel) dan harus dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard).

Bahwa berkaitan dengan terlambatnya pembayaran, sebenarnya telah ada kesepakatan antara salah satu karyawan penggugat yang bernama TEDJO yang merupakan karyawan bagian penagihan dengan Tergugat mengenai penundaan pembayaran angsuran selama ± 1 tahun pada tanggal 10 Mei 2013 s/d 10 Mei 2013, sehingga dengan demikian gugatan ini belum saatnya untuk diajukan.

Maka berdasarkan segala apa yang terurai diatas, tergugat mohon dengan hormat sudilah kiranya Bapak/Ibu Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo berkenan memutuskan bahwa gugatan tersebut kabur kabur (obscuur libel) dan dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard).

Namun apabila Pengadilan Negeri Sidoarjo berpendapat lain, maka mohon memeriksa dan memutus :

Dalam Pokok Perkara :

Bahwa tergugat menyangkal dalil-dalil yang telah dikemukakan penggugat, kecuali apa yang diakuinya secara tegas-tegas :

Bahwa memang benar pada tanggal 15 Oktober 2012 terjadi kesepakatan untuk membuat suatu Perjanjian Jual Beli mobil, namun perjanjian tersebut tidak dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli No. 76/TM/X/2012 melainkan tertuang dalam Perjanjian Jual Beli No. 75/TM/IX/2012 (terlampir) yang dibuat dihadapanNotaris NABILLA SARAWATI, S.H., Mknyang berkantor di Jalan Simpang Balapan No. 23 A Surabaya olehARYselaku Penggugat Dalam Konvensi denganPT. SUSUKI ABADIyang diwakili oleh direkturnya bernamaANA HERMANTO, S.E.selaku Tergugat Dalam Konvensi.

Bahwa memang benar obyek perjanjian yang dilakukan oleh Tergugat dengan Penggugat berupa 5 (lima) unit mobil Karimoon Wagly, tahun 2012, namun kelima mobil tersebut berkapasitas 1200cc, bukan 1500cc.

Bahwa penggugat dalam mengajukan gugatan wanprestasi yang menyatakan bahwa pihak Tergugat tidak membayar dengan itikad tidak baik, mengenai alasan tergugat belum dapat membayar kepada pihak penggugat angsuran ke-6 hingga angsuran ke-13 cicilan kredit memang benar. Hal ini disebabkan oleh adanya penggelapan yang dilakukan oleh para penyewa mobil sehingga Tergugat merasa rugi. Dan hal ini merupakan peristiwa yang tidak pernah diduga sebelumnya oleh penggugat pada saat menutup perjanjian, sehingga Tergugat berada dalam keadaan memaksa (overmacht). Namun hal ini telah kami sampaikan secara tertulis tepatnya tanggal 5 Juli 2012 kepada Penggugat untuk dipertimbangkan dalam kaitannya dengan pembayaran angsuran dan telah pula dilakukan penyelidikan oleh Kepolisian Resort Sidoarjo, sehingga alasan itikad tidak baik tidak mendasar sama sekali.

Maka berdasarkan segala apa yang terurai diatas, tergugat mohon dengan segala hormat sudilah kiranya Ketua Majelis Hakim yang memeriksa pokok perkara ini berkenan memutuskan :

  • Menolak gugatan penggugat secara keseluruhan, atau setidak-tidaknya menyatakan tidak dapat diterima;

  • Menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara.

Hormat Kami

Kuasa Hukum Tergugat Dalam Konvensi

( BEDJO,S.H. )

  • Lembar Kerja Mahasiswa

  • Praktikum VII

SUAT KUASA

  • Tujuan Praktikum

  • Mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat membuat surat kuasa

  • Metode praktikum

  • Diskusi

  • Penugasan

  • Hasil Praktikum

  • Laporan kelompok

  • Laporan Portofolio

  • Proses Pelaksanaan Praktikum

  • Penyampaian materi terkait surat kuasa

  • Diskusi tentang fungsi da