LABORATORIUM - Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Pedoman Laboratorium PPKn

PEDOMAN LABORATORIUM PPKN IKIP PGRI PONTIANAK

BAB I

PENDAHULUAN

  • Rasional

Laboratorium merupakan salah satu penunjang pembelajaran yang seharusnya terdapat dalam berbagai jenjang pendidikan, baik itu dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Fasilitas dan sumber belajar sudah sewajarnya dikembangkan lembaga pendidikan seperti kampus atau universitas sesuai dengan apa yang digariskan dalam Standar Pendidikan Nasional nomer 32 tahun 2013 yang merupakan Peraturan Pemerintah yang baru pengganti PP No 19 tahun 2005 mulai dari penggadaan, pemeliharaan, dan perbaikan. Hal ini didasari oleh kenyataan bahwa lembaga pendidikan bersangkutan yang paling mengetahui kebutuhan fasilitas dan sumber belajar, baik kecukupan, kesesuaian, maupun kemutakhirannya, terutama sumber-sumber belajar yang dirancang (by design) secara khusus untuk kepentingan pembelajaran.

Keberadaan laboratorium tidak terlepas dari adanya media dan sumber belajar yang terdapat di dalamnya, hal ini dapat digunakan sebagai penunjang dalam proses pembelajaran. Apabila di laboratorium tidak dilengkapi dengan media ataupun sumber belajar tentunya manfaat laboratorium itu menjadi berkurang. Kenyataannya banyak laboratorium yang belum dilengkapi dengan media dan sumber belajar karena terbatasnya kemampuan sekolah untuk melengkapi laboratorium dengan peralatan atau media dan sumber belajar yang diperlukan. Menurut Karlinawati (2010) pada umumnya laboratorium yang dimiliki atau dikembangkan oleh lembaga formal baik dari jenjang pendidikan dasar maupun pendidikan tinggi merupakan laboratorium ilmu alam dan laboratorium bahasa, sedangkan untuk laboratorium ilmu sosial sangat jarang sekali dijumpai. Keberadaan laboratorium ilmu sosial tidak kalah penting dengan laboratorium ilmu alam dan laboratorium bahasa. Laboratorium ilmu sosial digunakan untuk melihat dan mengamati sebuah gejala dan fenoman sosial yang terjadi. Laboratorium sosial idealnya bisa dilakukan di kelas, kantor, pasar, dan semua tempat yang memiliki kejelasan batasan dan orang yang diamati. Hal inilah yang menyebabkan tidak ada tempat khusus yang diberikan untuk laboratorium dalam ilmu sosial. Berbeda dengan laboratorium bahasa yang memiliki sarana dan prasarana yang khusus, tidak ada peralatan khusus yang harus tersedia pada laboratorium ilmu sosial ini.

Laboratorium Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah suatu tempat atau wahana yang dapat digunakan untuk mengembangkan dan melatih keterampulan mahasiswa dalam kegiatan praktik, percobaan, penelitian dan demosntrasi serta pengembangan nilai-nilai dan aktualisasi pancasila di lingkungan kampus IKIP PGRI Pontianak.

Secara khusus dapat di katakan bahwa laboratorium Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak merupakan wahana untuk mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat bidang pendidikan kewarganegaraan dan disiplin-disiplin ilmu yang mendukung pendidikan kewarganegaraan baik dilakukan olehcivitasakademika PPKn, praktisi, pemerhati, peminat kajian, maupun masyarakat sebagai pengguna bidang kajian pendidikan kewarganegaraan.

Keberadaan laboratorium PPKn tidak terlepas dari adanya media dan sumber belajar yang terdapat di dalamnya, hal ini dapat digunakan sebagai penunjang dalam proses pembelajaran. Laboratorium PPKn merupakan sumber belajar yang efektif untuk mencapai kompetensi yang diharapkan bagi siswa. Banyak fungsi Dan manfaat yang dapat diambil dari penggunaan laboratorium. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium perlu dikelola secara baik untuk kelancaran proses belajar mengajar.

Untuk melaksanakan peran dan fungsinya pada suatu lembaga pendidikan, maka laboratorium PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak menjalankan peran dan fungsinya serta melaksanakan visi dan misinya. Visinya yaitu “menjadi pusat keunggulan (center for excellent) bagi pengembangan dan layanan sumber belajar serta media pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan”, sedangkan Misinya yaitu:

  • Menyediakan sumber belajar pendidikan pancasila dan kewarganegaraan

  • Menyusun sumber materi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan berbasis teknologi

  • Mengembangkan media pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan yang inovatif dan kreatif

  • Memfasilitasi program pengembangan kualitas pembelajaran dosen dan mahasiswa

  • Mengembangkan inovasi dan kreativitas civitas akademika PPKn dalam proses pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat bidang pendidikan kewarganegaraan dan disiplin-disiplin ilmu pendukung lainnya

  • Memfasilitasi program pengembangan institusi program studi PPKn

Berdasarkan visi dan misi yang tertuang di atas maka laboratorium PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak selalu melakukan peningkatan kualitas dari segi pelayanan administrasi, kebijakan dan perbaikan fasilitas serta saranana dan prasana yang mendukung penyelenggaraan kegiatan praktikum dan pusat pengembengan media serta sumber belajar pendidikan kewarganegaraan.

Untuk melaksanakan peningkatan dan penyelenggaraan kegiatan laboratorium PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak maka dibutuhkan panduan atau pedoman laboratorium. Panduan laboratorium bertujuan untuk mempermudah kelancaran kegiatan internal dan kegiatan eksternal laboratorium, hal ini karenakan buku pedoman sebagai petunjuk bagi jurusan/prodi, dosen prodi/dosen laboratorium dalam melakukan kegiatan praktikum dan kegiatan kuliah kerja lapangan mahasiswa. Pedoman ini menjamin bahwa kegiatan pelaksanaan praktikum dapat berjalan tertib, dan dapat dilaksana kan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan

  • Fungsi dan Tujuan Laboratorium PPKn

Fungsi laboratorium adalah sebagai sumber belajar dan mengajar, sebagai metode pengamatan dan metode percobaan, sebagai prasarana pendidikan atau sebagai wadah dalam proses belajar mengajar. menurut Soejitno (1983) secara garis besar fungsi laboratorium adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan kelengkapan bagi pelajaran teori yang telah diterima sehingga antara teori dan praktik bukan merupakan dua hal yang terpisah. Keduanya saling kaji-mengkaji dan saling mencari dasar.

  2. Memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi mahasiswa/siswa.

  3. Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakikat kebenaran ilmiah dari sesuatu obyek dalam lingkungan alam dan lingkungan sosial.

  4. Menambah keterampilan dalam menggunakan alat dan media yang tersedia untuk mencari dan menemukan kebenaran.

  5. Memupuk rasa ingin tahu mahasiswa/siswa sebagai modal sikap ilmiah seorang calon ilmuwan.

Selanjutnya Engkoswara (1982) mengatakan bahwa melalui kegiatan praktikum yang biasanya dilakukan di laboratorium, siswa diharapkan dapat:

  1. Mengembangkan berbagai keterampilan secara terintegrasi.

  2. Mengenal berbagai peralatan laboratorium.

  3. Mengenal berbagai desain dan peralatan untuk eksperimen.

  4. Mengembangkan keterampilan mengumpulkan dan menginterprestasikan data.

  5. Mengembangkan sikap untuk melakukan sesuatu secara tepat dan akurat.

  6. Mengembangkan keterampilan dalam mengobservasi.

  7. Mengembangkan kemampuan dalam mengkomunikasikan hasil eksperimen.

  8. Mengembangkan kecakapan dalam menulis laporan.

  9. Mengembangkan kemampuan untuk belajar dan melakukan percobaan sendiri.

  10. Menambah keberanian berfikir sendiri dan menanggung resiko.

  11. Merangsang berfikir siswa melalui eksperimen.

  12. Mengembangkan keterampilan dalam memecahkan masalah dengan berbagai variabel yang banyak dan berbagai kemungkinan pemecahannya.

Pada hakikatnya, fungsi utama dari laboratorium sebagai wahana untuk melakukan praktik atau penerapan atas teori, penelitian dan pengembangan keilmuan di lingkungan Program Studi PPKn, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak sehingga menjadi unsur penting dalam kegiatan pendidikan dan penelitian, khususnya di bidang pembelajaran.

Fungsi laboratorium PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak berperan sebagai :

  • Pusat praktik, latihan dan penelitian dan sumber pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi PPKn

  • Pusat penelitian dan pengembangan disiplin ilmu pendidikan kewarganegaraan bagi dosen dan mahasiswa Program Studi PPKn

  • Pusat pengkajian dan pengembangan model-model pembelajaran yang inovatif

  • Pusat pengembangan multimedia dalam pembelajaran PPKn

  • Pusat layanan masyarakat dalam meningkatkan mutu pembelajaran bidang PPKn.

Tujuan disusunnya standar operasional prosedur (SOP) laboratorium PPKn ini adalah untuk membantu memperlancar dan sebaga pedoman pengelolaan laboratorium guna memaksimalkan kegunaan dari laboratorium beserta semua sumberdaya yang ada didalamnya, sehingga dapat membantu mewujudkan visi dan misi dari program studi PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak.

Untuk mencapai visi dan misi, Laboratorium Program Studi PPKn IKIP PGRI Pontianak melakukan berbagai kegiatan yang meliputi kegiatan internal maupun eksternal.

Kegiatan internal Laboratorium PPKn IKIP PGRI Pontianak Berbentuk:

Kegiatan pengembangan dan fasilitasi sumber maupun media pembelajaran melalui :

Pengadaan buku-buku referensi, modul, buku ajar, jurnal, majalah, dan karya tulis ilmiah.

Pengadaan karya akademis berupa skripsi

Pengadaaan bahan ajar PPKn berbasis komputer: bahan CD, dan file

Pengadaan media pembelajaran PPKn

Pengadaan

Kegiatan pengembangan kualitas pembelajaran dosen dan mahasiswa, melalui:

Memfasilitas kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk dosen

Memfasilitasi untuk diskusi akademik antar dosen maupun mahasiswa

Memfasilitasi untuk kegiatan kerja kelompok

Memfasilitasi untuk mata kuliah praktikum

Memfasilitasi untuk pelatihan penulisan jurnal ilmiah

Kegiatan Eksternal laboratorium PPKn IKIP PGRI Pontianak Berbentuk Fasilitasi Berbagai Program Yang Mendukung Pengembangan Institusi Program Studi PPKn IKIP PGRI Pontianak. Kegiatan Tersebut Antara Lain:

Mengundang dosen tamu, pakar, pemerhati, peminat kajian PKn untuk memberikan kuliah umum (studium generale) atau kuliah singkat (short course) bagicivitas akademika PPKn.

Menjalin kerjasama dengan MGMP PKn SMP/SMA tingkat kabupaten/kota maupun tingkat Provinsi di Kalimantan Barat.

Melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi kepemudaan

Melaksanakan kegiatan kuliah kerja lapangan (KKL)

Melakukan Pelacakan Alumni program studi PPKn IKIP PGRI Pontianak

Pelatihan Jurnalistik bagi mahasiswa

Melakukan pelatihan kewirausahaan

Pelatihan kepramukaan bagi mahasiswa

Studi survey ke lembaga/instansi terkai

BAB II

  • PENGELOLAAN LABORATORIUM PPKN

  • Kegiatan Praktikum

Salah satu bentuk dari keterampilan proses adalah kegiatan praktikum di laboratorium. Tujuan kegiatan praktikum di laboratorium, antara lain :

  • Merencanakan dan melaksanakan kerja laboratorium dengan menggunakan fasilitas laboratorium secara efektif

  • Memperoleh pengetahuan isu-isu kewarganegaraan dan situs-situs kewarganegaraan

  • Mengenal ketelitian dan keterbatasan kerja laboratorium

  • Merekam secara cermat dan mengkomunikasikan hasil secara jelas

  • Mengembangkan tanggung jawab perorangan dan reliabilitas dalam pelaksanaan praktikkum

  • Pengelolaan Praktikum diLaboratorium PPKn

Pengelola laboratorium (kepala laboratorium, dosen pembimbing praktikum dan laboran) merupakan sosok yang penting dalam pelaksanaan praktikum. Sehingga pengelola laboratorium diharapkan benar-benar mengetahui keadaan laboratorium. Kerja sama antar para pengelola laboratorium merupakan syarat yang harus dipenuhi guna memperlancar pelaksanaan praktikum dilaboratorium PPKn.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan praktikum di laboratorium PPKn antara lain:

  • Pertemuan awal. Pada pertemuan awal (sebelum pelaksanaan praktikum), baik kepala laboratorium, dosen pembimbing praktikum maupun laboran bersama-sama mendiskusikan format pelaksanaan praktikum yang akan dilaksanakan. Laboran bukanlah objek untuk menyiapkan praktikum semata, sehingga perlu dilibatkan dalam diskusi awal karena seorang laboran mengetahui seluk beluk peralatan dan bahan yang terdapat dalam laboratorium. Hal-hal yang perlu dibahas dalam pertemuan awal antara lain:

  • Jenis praktikum.

  • Jenis praktikum dimaksud adalah praktikum yang bersifat kualitatif atau kuantitatif yang akan dilaksanakan. Jenis praktikum yang akan dilaksanakan tentu saja harus sesuai dengan mata kuliah praktikum.

  • Penanggungjawab praktikum.

  • Penanggungjawab praktikum yang akan dilaksanakan perlu ditentukan. Hal ini diperlukan untuk menentukan dosen yang bertindak sebagai pembimbing praktikum

  • Pembagian Kelompok

  • Pada pelaksanaan praktikum, mahasiswa (praktikan) dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok, sebaiknya, maksimal terdiri dari 4 siswa. Hal ini bertujuan agar semua mahasiswa benar-benar terlibat dalam pelaksanaan praktikum

  • Mata Acara dan Pelaksanaan Praktikum

Guna memperlancar pelaksanaan praktikum, perlu dibuat tabulasi hari, tanggal, mata acara praktikum yang akan dilaksanakan. Bila kelompok berjumlah besar, pelaksanaan praktikum bisa dilakukan secara bergantian.

  • Tes Awal

Tes awal (pretest) dilakukan sebelum pelaksanaan praktikum dan bertujuan agar siswa (praktikan) sudah mengetahui gambaran praktikum yang akan dilaksanakan. Tes awal bisa dilakukan pada hari yang sama sebelum pelaksanaan praktikum. Jadi tes awal dilakukan tiap kali akan dilakukan prtikum. Selain itu tes awal bisa juga dilakukan satu kali sebelum pelaksanaan.

  • Laporan

Laporan disusun setelah selesainya pelaksanaan praktikum dan ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menggunakan kalimat pasif untuk prosedur kerja. Pembuatan laporan praktikum dapat dilakukan dalam bentuk laporan ataupun lembar kerja mahasiswa.

  • Pembuatan Laporan Praktikum

Sistematika tergantung pada kegiatan praktikum yang diikuti, misalnya:

  • Nama praktikan

  • Hari tanggal praktikum

  • Mata kuliah praktikum

  • Hasil

  • Laporan yang sudah dibuat, ditandatangani oleh guru pengampu praktikum, dengan tujuan agar data praktikum diangap sah dan telah ditandatangani pengelola laboratorium.

  • Lembar Kerja Mahasiswa

  • Lembar kerja mahasiswa bisa digunakan sebagai ganti laporan praktikum. Format lembar kerja sudah disiapkan pengelola laboratorium dan mahasiswa tinggal mengisikan hasil pengamatan yang didapat selama praktikum. Lembar kerda diisi setelah praktikum dan dikumpulkan pada hari itu juga (tidak dikerjakan di rumah). Lembar kerja mahasiswa digunakan sebagai laporan praktikum dengan tujuan untuk menghemat waktu dan tidak terlalu membebani mahasiswa (praktikan)

  • Tes Akhir

Tes akhir (responsi) dilaksanakan setelah semua kegiatan praktikum selesai dilaksanakan. Tes akhir bertujuan untuk mengetahu tingkat pemahaman siswa tentang praktikum yang telah dilaksanakan. Satu minggu setelah mata acara praktikum terakhir, bisa dilakukan pembahasan praktikum. Pada pembahasan, dosen pengampu praktikum menjelaskan segala sesuatu tentang praktikum dan mahasiswa diberi kesempatan bertanya apabila ada bagian-bagian yang belum dimengerti.

  • BAB III

  • PELAKSANAAN PRAKTIKUM

  • Mekanisme Pelaksanaan Praktikum

  • Mekanisme pelaksanaan praktikum sebagai berikut:

  • Mahasiswa calon peserta praktikum mendaftarkan diri ke laboratorium dan menunjukkan foto copy KRS/KHS yang berkaitan dengan praktikum yang akan diikuti 1 minggu sebelum kegiatan praktikum sesuai jadwal perkuliahan pada semester yang bersangkutan.

  • Saat mendaftar untuk kegiatan praktikum, mahasiswa calon peserta praktikum berhak memperoleh petunjuk praktikum dengan penggantian administrasi yang ditentukan kemudian.

  • Laboratorium mengumumkan peserta praktikum terdaftar dan dilengkapi dengan pembagian kelompok, acara dan jadwal praktikum pada minggu ke -2 jadwal perkuliahan pada semester yang bersangkutan.

  • Acara praktikum meliputi pre -test, praktikum inti, post-test dan pelaporan kegiatan praktikum serta wajib diikuti oleh setiap peserta praktikum.

  • Peserta praktikum wajib mengikuti pelaksanaan pre -test sesuai dengan jadwal.

  • Setelah menyelesaikan materi dalam praktikum inti, peserta praktikum wajib menyusun draf laporan secara individu atau kelompok, mengikuti sistematika dalam petunjuk praktikum.

  • Peserta praktikum mendapat bimbingan mengenai materi untuk laporan dari dosen/asisten praktikum.

  • Setiap kegiatan bimbingan selama penyusunan laporan, peserta praktikum dan dosen/asisten praktikum wajib mengisi dan menandatangani kartu bimbingan.

  • Penjilidan laporan praktikum dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing praktikum.

  • Laporan praktikum yang sudah dijilid dikumpulkan kepada dosen pembimbing praktikum sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

  • Peserta praktikum wajib mengikuti post -test sesuai jadwal. Bagi peserta praktikum yang belum mengumpulkan laporan praktikum, tidak boleh mengikuti post-test.

  • Hasil post-test diumumkan di papan pengumuman laboratorium selambat-lambatnya satu (1) minggu setelah pelaksanaan.

  • Dosen pembimbing praktikkum wajib membuat modul praktikkum mata kuliah yang diampu.

  • Kepala laboratorium menandatangani Kartu Kehadiran Praktikum (terlampir)

  • Tata Tertib Laboratorium PPKn

Tata Tertib yang berlaku di Laboratorium PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak sebagai berikut:

  • Peserta praktikum berlaku sopan, santun dan menjunjung etika akademik dalam laboratorium

  • Peserta praktikum Menjunjung tinggi dan menghargai pengelola laboratorium dan sesama pengguna laboratorium

  • Peserta praktikum wajib menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang laboratorium

  • Peserta praktikum tidak diperkenankan mengenakan pakaian/kaos oblong, dan memakai sandal.

  • Peserta praktikum dilarang merokok, makan dan minum, membuat kericuhan selama kegiatan praktikum di dalam ruang laboratorium

  • Peserta praktikum dilarang menyentuh, menggeser dan menggunakan peralatan di laboratorium yang tidak sesuai dengan acara praktikum matakuliah yang diambil.

  • Peserta praktikum membersihkan peralatan yang digunakan dalam praktikum maupun penelitian dan mengembalikannya kepada petugas laboratorium

  • Peserta praktikum membaca, memahami dan mengikuti prosedur operasional untuk setiap peralatan dan kegiatan selama praktikum dan di ruang laboratorium

  • Peserta praktikum selama kegiatan praktikum, TIDAK BOLEH menggunakan handphone untuk pembicaraan dan/atau SMS

  • Mekanisme Peminjaman Alat

  • Mekanisme peminjaman alat praktikum sebagai berikut:

  • Tiga (3) hari sebelum kegiatan praktikum dimulai, asisten praktikum harus sudah menyerahkan berkas rencana praktik yang telah ditandatangani oleh pembimbing praktikum kepada ketua laboratorium. (Form Rencana Praktikum terlampir)

  • Ketua laboratorium memberikan memo kepada pembimbing dan memberitahukan memo kepada asisten yang dimaksud.

  • Bila ada kesalahan atau ketidaksesuaian antara daftar, jenis maupun jumlah alat sebagaimana berkas peminjaman alat, segera melapor kepada ketua laboratorium

  • Setelah memastikan peralatan dalam kondisi baik dan berfungsi sebagaimana mestinya, serta spesifikasinya sesuai dengan berkas peminjaman alat, asisten prakt ikum mengisi buku peminjaman alat.

  • Saat kegiatan praktikum berlangsung, peralatan tidak boleh dipinjamkan atau dipindah ke tempat lain; selain judul acara praktikum yang tercantum dalam petunjuk praktikum dan berkas peminjaman alat.

  • Setelah kegiatan praktikum selesai, asisten praktikum segera melapor pada ketua laboratorium

  • Peserta praktikum harus membersihkan peralatan, meja dan ruang praktikum, serta merapikannya.

  • Dosen praktikum bersama laboran melakukan cek atas peralatan yang dipinjam dan digunakan dalam kegiatan praktikum, untuk memastikan kondisinya sama dengan saat peralatan akan dipinjam dan digunakan.

  • Peserta praktikum diperbolehkan meninggalkan ruangan laboratorium jika cek peralatan selesai, kondisi laboratorium bersih dan rapi serta diijinkan oleh asisten praktikum

  • Sanksi

  • Kegiatan Praktikum

  • Peserta praktikum yang tidak mematuhi tata tertib TIDAK BOLEH masuk dan mengikuti kegiatan praktikum di ruang laboratorium

  • Peserta praktikum yang datang terlambat (tidak sesuai kesepakatan), tidak memakai sepatu, tidak memakai baju berkerah/kaos berkerah, dan/atau tidak membawa petunjuk praktikum, tetap diperbolehkan masuk laboratorium tetapi TIDAK BOLEH MENGIKUTI KEGIATAN PRAKTIKUM.

  • Mahasiswa yang mendaftarkan diri melebihi batas waktu yang ditentukan tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan praktikum hanya jika dapat menunjukkan surat keterangan dari dokter (jika sakit), dosen wali (untuk alasan tertentu), atau penanggung jawab matakuliah; dan hanya acara praktikum yang tersis a yang dapat diikuti dengan berbagai konsekuensinya.

  • Peserta praktikum yang memindahkan dan/atau menggunakan peralatan praktikum tidak sesuai dengan yang tercantum dalam petunjuk praktikum dan berkas peminjaman alat, kegiatan praktikum yang dilaksanakan akan dihentikan dan praktikum yang bersangkutan dibatalkan.

  • Peserta praktikum yang telah dua (2) kali tidak mengikuti acara praktikum dinyatakan GUGUR dan harus mengulang pada semester berikutnya, kecuali ada keterangan dari ketua jurusan/ketua laboratorium atau surat dari dokter.

  • Peserta praktikum yang mengumpulkan laporan praktikum terlambat satu (1) hari, tetap diberikan nilai sebesar 75%, sedangkan keterlambatan lebih dari satu (1) hari, diberikan nilai 25%.

  • Plagiat dan kecurangan sejenisnya selama kegiat an praktikum maupun penyusunan laporan praktikum, pekerjaan dari kegiatan yang bersangkutan diberikan penilaian 25%.

  • Peserta praktikum yang telah menghilangkan, merusak atau memecahkan peralatan praktikum harus mengganti sesuai dengan spesifikasi alat yang dimaksud, dengan kesepakatan antara laboran, pembimbing praktikum dan ketua laboratorium.

  • Prosentase pengantian alat yang hilang, rusak atau pecah disesuaikan dengan jenis alat atau tingkat kerusakan dari alat.

  • Apabila peserta praktikum sampai dengan jangka waktu yang ditentukan tidak bisa mengganti alat tersebut, maka peserta praktikum TIDAK BOLEH mengikuti ujian akhir semester (UAS); dan apabila peserta praktikum tidak sanggup mengganti alat yang hilang, rusak atau pecah dikarenakan harga alat mahal atau alat tidak ada dipasaran, maka nilai penggantian ditetapkan atas kesepakatan antara ketua jurusan, pembimbing praktikum dan peserta praktikum (atau peminjam).

  • Peminjaman Alat

  • Berkas peminjaman alat yang diserahkan kurang dari tujuh (7) hari tidak dilayani.

  • Peminjam yang menggunakan alat tidak sesuai dengan proposal penelitian dan atau berkas peminjaman alat, dikenakan denda yang diatur sebagaimana dalam lampiran daftar harga dan sewa peralatan.

  • Apabila peralatan yang dipinjam mengalami kerusakan, hilang atau pecah, maka peminjam wajib mengganti alat tersebut.

  • Batas waktu penggantian alat yang rusak, hilang atau pecah adalah tiga (3) hari setelah adanya laporan kondisi alat kepada laboratorium, apabila melewati batas waktu yang ditentukan, maka hasil praktikum tidak mendapatkan pengesahan dari ketua laboratorium.

  • Terlambat mengembalikan alat akan dikenakan denda yang dihitung per jenis alat per hari. Besarnya biaya denda dapat dilihat pada lampiran daftar harga dan peralatan

  • BAB IV

  • TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB PENGELOLA LABORATORIUM

  • Struktur Organisasi

Struktur laboratorium PPKn Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak terdiri atas kepala pengelola laboratorium, dosen laboratorium, dosen membimbing praktikum, laboran dan peserta praktikum.

  • Kepala pengelola laboratorium adalah seorang dosen yang ditugaskan menjadi pimpinan tertinggi dalam organisasi laboratorium serta membawahi anggota laboratorium, pembimbing praktikum, laboran, serta bertanggung jawab terhadap semua kegiatan di laboratorium.

  • Dosen laboratorium adalah staf dosen yang memiliki minat keilmuan dan bersedia turut berperan aktif dalam pengelolaan serta pengembangan laboratorium.

  • Dosen pembimbing praktikum adalah staf dosen yang bertanggungjawab dalam memberikan bimbingan praktikum bagi mahasiswa untuk matakuliah yang dibinanya.

  • Laboran adalah tenaga administrasi di lab yang memberikan pelayanan akademik kepada mahasiswa

  • Peserta praktikum adalah mahasiswa yang telah terdaftar untuk matakuliah yang bersangkutan pada semester berjalan yang ditunjukkan dengan Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan telah mendaftarkan diri untuk untuk kegiatan praktikum pada semester berjalan.

  • Tugas dan Tanggung Jawab

  • Kepala laboratorium mempunyai tugas mengkoordinasikan kegiatan praktikum, penelitian maupun kerjasama yang ada dilaboratorium dan bertanggungjawab terhadap kegiatan dilaboratorium kepada ketua jurusan.

  • Dosen laboratorium mempunyai tugas melakukan penelitian, kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang keilmuannya untuk mengembangkan laboratorium serta bertanggung jawab kepada ketua laboratorium.

  • Dosen pembimbing praktikum bertugas membimbing kegiatan praktikum bagi mahasiswa untuk matakuliah yang dibinanya dan bertanggung jawab kepada ketua laboratorium dan ketua jurusan.

  • Laboran bertugas menyiapkan kartu kendali dan buku petunjuk praktikum, menerima formulir pendaftaran yang telah diisi oleh calon praktikan dan menyerahkan kartu kendali serta buku petunjuk praktikum, merekap jumlah mahasiswa peserta praktikum dan membagi kelompok, melaporkan hasil rekap kepada Kalab, menyiapkan peralatan yang diperlukan, memantau dan membantu asisten mengeset alat selama pelatihan asisten, mengontrol pelaksanaan praktikum dan menangani masalah-masalah teknis yang terjadi selama pelaksanaan praktikum.

  • Peserta praktikum wajib melaksanakan kegiatan praktikum yang telah dijadwalkan oleh laboratorium pada semester yang bersangkutan sesuai dengan matakuliah yang diambilnya.

  • BAB V

  • BUKU DAN SARANA LAIN

  • Pemanfaatan Buku di Laboratorium

  • Buku referensi di laboratorium PPKn tidak dipinjamkan tetapi baca di tempat

  • Referensi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan praktikum meliputi buku, jurnal, majalah, laporan penelitian dan makalah.

  • Pengunjung datang sendiri ke laboratorium PPKn IKIP PGRI Pontianak

  • Tas dan jaket ditempatkan pada rak yang telah disediakan

  • Pengunjung mengisi buku pengunjung yang telah disediakan.

  • Pengunjung melihat daftar judul buku, skripsi yang diinginkan dengan melihat langsung ke rak-rak buku.

  • Apabila telah menemukan buku atau skripsi yang diinginkan, kemudian mengambil tempat duduk dan membacanya

  • Setelah selesai membaca, dikembalikan di tempat semula

  • Penggunaan Sarana dan Fasilitas Laboratorium

  • Setiap penggunaan fasilitas Laboratorium tidak dikenakan biaya pemeliharaan.

  • Biaya pemeliharaan fasilitas laboratorium dibebankan pada program studi atas usulan ketua laboratorium

  • Setiap pengguna fasilitas laboratorium wajib mematuhi Tata Tertib Laboratorium .

  • Pengelola Laboratorium wajib membuat jurnal bulanan yang dilaporkan kepada program studi setiap akhir semester

  • Jurnal bulanan memuat rincian aktifitas lab, jadual penggunaan lab, jumlah pengguna, lama penggunaan, dan biaya pemasukan-pengeluaran laboratorium

  • Setiap pengguna fasilitas laboratorium yang terbukti melakukan pengrusakan / penghilangan fasilitas laborator ium akan diberikan sanksi denda ataupun sanksi lainnya.

  • Ketua Laboratorium menunjuk pengelola secara bergilir mengemban tangungjawab pengelolaan lab secara tertulis.

  • Tanggung jawab pengelola laboratorium meliputi: (1) pemeliharaan perangkat keras dan lunak komputer, (2) kebersihan dalam dan sekitar lab, (3) kehandalan piranti pendukung, (4) ketertiban pemakai lab, dan (5) keamanan dari kehilangan alat.

  • Peminjaman dengan cara pemindahan alat keluar dari lab oleh seseorang; waktu, dan biaya harus atas persetujuan Ketua Lab, dengan mengisi Kartu Peminjaman Alat.

LAMPIRAN 1

RENCANA PRAKTIKUM


Pada semester ganjil/genap tahun akademik ...../...., mata kuliah...................................................., semester.............akan mengadakan praktikum matakuliah yang akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal :

Waktu :

Jumlah peserta :

Sehubungan dengan rencana tersebut, maka tempat, sarana dan media laboratorium PPKn yang akan digunakan meliputi :

1. _______________________________________

2. _______________________________________

3. ___________________________________ ____

4. _______________________________________

5. dan seterusnya

Demikian rencana ini agar diketahui dan dapat dilaksanakan sebaik -baiknya.

Pontianak, …………………. 20…..

Pembimbing Praktikum Kepala Laboratorium PPKn

____________________ _____________________

NPP. …………………….. NPP. ………………………..

LAMPIRAN 2

ABSENSI KEHADIRAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM PPKN PROGRAM STUDI PPKN FAKULTAS IPPS IKIP PGRI PONTIANAK

MATA KULIAH : ………………………….

SKS : …………………………..

NAMA DOSEN : …………………………..

HARI / TANGGAL : ……………../……………

NO

NAMA MAHASISWA

PRODI

SEMESTER

TANDATANGAN